Reservation 022 426 2815/16 Get Connected

Tulus at Atmosphere Cafe 13th Anniversary

Posted November 2, 2015

Sosok solois Tulus adalah penarik perhatian bagi kaum perempuan saat ini. Meski baru menetaskan dua album, hampir semua lagunya menjadi hit. Lirik berbahasa Indonesia yang dibalut musik pop dengan beragam nuansa sukses menemprl di benak pendengarnya. Tak heran jika kemudian di setiap aksi Tulus, kor massal penonton terutama perempuan tak pernah absen. Suara Tulus nan mendayu, tanpa banyak gaya, dan interaksi yang ramah membuat penampilannya berjalan mulus dan hangat.

Seperti halnya yang terjadi ketika penyanyi berusia 28 tahun ini tampil di perayaan ulang tahun ke-13 Atmosphere Resort Cafe Jalan Lengkong Kota Bandung. Tampil dengan format band utuh, pada Jumat (30/10/201) malam itu, Tulus menyajikan repertoar dari dua albumnya, yaitu "Tulus" dan "Gajah". Dengan setelan pakaian hitam-hitam, awak band Tulus yang dihuni Ferry Nurhayat (synthesizer, keyboard), Fuad (drum), Yonathan (piano, keyboard), Anto (gitar), dan Shindu (bas), beraksi bersama sang biduan selama hampir 90 menit.

Interaksi Tulus dengan penonton membuat siapa pun akan lulus. Dengan sikap rendah hati, Tulus memperkenalkan diri. Bagi dia, publik musik Bandung selalu baik menyambut kehadirannya. Melihat sambutan dan antusiasme penonton, Tulus semakin terbuka. Tanpa sungkan, Tulus bercerita tentang kisah di balik setiap lagu yang dia gubah dan bawakan.


Selain interaksi dengan penonton, Tulus bersama bandnya juga meracik aransemen anyar di beberapa nomor yang disajikan Contohny saat tembang "Lagu untuk Matahari" dinyanyikan, aransemen funk jazz dari petikan gitar Anto terasa menggempur telinga. Di temang lain, ada "Teman Hidup" yang dimulai dari bagian refrain karena Tulus ingin mendengar nyanyian penonton.

"Tulus, I Love You!!!," ujar seorang penonton perempuan berteriak. Dengan spontan di tengah lagu yang sedang dinyanyikan Tulus menjawab, "I love you too. Eh, sampai mana ya tadi," kata Tulus yang disambut gelak tawa penonton.

Interaksi Tulus dengan penonton juga terjadi saat dia mengajak tiga penonton naik pentas. Selain didaulat menyanyikan lagu Tulus, mereka juga berkesempatan swafoto bersama dengan sang idola. Tentu saja aksi swfoto ini mendulang teriakan histeris penonton yang juga ingin berfoto bersama Tulus.

Saat malam kian larut, penonton semakin terbuai. Tulus tahu bagaimana memancing penonton agar tetap menikmati aksinya. Senyum semringah semakin terkembang di bibirnya. Tanpa harus dikomando, penonton terus bernyanyi bersama ketika "Sepatu", "Sewindu", dan "Seribu Tahun Lamanya" mengisi pentas.
Sumber Kutipan : Koran Pikiran Rakyat "Tulus Tampil Menyenangkan" (Windy Eka Pramudya/"PR")***