Reservation 022 426 2815/16 Get Connected

Malam yang tak Akan Tergantikan bersama KAHITNA

Posted November 14, 2016
Malam yang tak Akan Tergantikan di 14th Anniversary Atmosphere Resort Cafe
 
                      Diatas panggung, Lana diperlakukan bak seorang putri raja oleh tiga vokalis Kahitna, Mario Ginanjar, Carlo Saba, dan Hedi Yunus. Lana diajak bernyanyi bersama dengan tembang "Tak Sebebas Merpati" di atas panggung secara bergantian. Mula-mula dengan Hedy, lalu dengan Mario, terakhir dengan Carlo. Gadis berusia belasan tahun itu dipandang dari dekat, dirangkul, bahkan Hedi hingga berlutut sambil bernyanyi di hadapan Lana.
                      Hedi pun mengambil telepon genggam Lana dari tangan gadis itu, lalu berfoto wefie bersamany. Olala ..... penonton yang sebagian besar kaum wanita itupun menjerit-jerit. Ada yang berteriak "Mario Jahaaaatttt!" saat Mario memeluk erat tubuh lana. "Kalian sih kurang cepat mengacungkan tangan," kata Hedi.
Hal itu merupakan sebagian gimmick yang disuguhkan Kahitna saat tampil menghibur pengunjung Atmosphere Resort Cafe di Jalan Lengkong Besar No.97 Kota Bandung.
Band yang juga beranggota Yovie Widianto (piano,keyboard), Dody Isnaini (bas), Harry Sehardiman (perkusi), Bambang Purwono (keyboard), Budiana Nugraha (drum). Andrie Bayuaji (gitar) menyuguhkan penampilan memesona, sembari menciptakan suasana akrab. Menyelingi suguhanlagu, personel rajin menjalin interaksi, menyampaikan latar cerita dalam lirik, serta melakukan perbincangan dengan beberapa penonton secara personal.
                      "Ibu yang memakai kerudung berkilauan kok menonton dari balik tembok, seperti adegan dalam film India. Jangan nyumput atuh, Bu. Datang sama siapa saja ?" tanya Hedi menyapa salah seorang penonton.
                       Persembahan deretan lagu bertema asmara menimbulkan nuansa romatika begitu kental, menghanyutkan perasaan. Trio vokalis Kahitna menunjukan aksi panggung yang mengilustrasikan muatan pesan setiap lagu, melalui koreografi kompak, maupun gerakan spontan. Guna menguatkan kedekatan emosional, mereka melambaikan tangan, dan menyodorkan mikrofon ke seluruh sisi. Terdapat pula ungkapan isyarat yang melelehkan hati Soulmate (sebutan Fans Kahitna) perempuan, seperti Mario yang mengedipkan satu mata ke arah penonton.
Mewakili rekan bandnya, Mario menuturkan, publik Bandung selalu menyuntikkan semangat lebih besar bagi Kahitna guna menunjukkan penampilan terbaik. Apalagi, personel Kahitna mempunyai kenangan indah mengenai segala hal yang berkaitan dengan Bandung. "Kami terbentuk di Bandung, sekitar 30 tahun lalu. Suasananya selalu bikin kangen." kata Mario.
Dalam penampilannya. Kahitna membawakan belasan lagu, diantaranya, "Cerita Cinta", "Andai Dia Tahu", "Cantik", "Mantan Terindah", "Rahasia Cintaku". Animo penonton begitu besar memenuhi seluruh ruangan sekitar panggung.

Ditonton Kang Emil
                        Luar biasa daya tarik band asal Bandung ini, sehingga membuat Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menyempatkan datang menonton beserta istrinya, Atalita Praratya. "Wali kota juga manusia, seperti rocker . Jadi, kalau wali kota sedang stres, bila hilang stresnya kalau nonton Kahitna," kata Kang Emil, saap akrab Ridwan.Kang EMil pun didaulat untuk menembangkan sepenggal lirik lagu bersama Hedi Yunus, Carlo Saba, dan Mario Ginanjar.
                        Sebagai pengantar untuk suguhan lagu pamungkas, Mario menyampaikan salam pamit. Hal itu memicu reaksi Soulmate, membujuk Kahitna menambah durasi penampilan. "Mohon izin pamit ya, kan sudah bawakan banyak lagu, sampai belasan. Kita bisa segera berjumpa lagi kok, Kahitna punya agenda tampil lagi di Bandung bulan depan,"ucap Mario.
Sebelum Kahitna naik panggung, band Pointkustik menjadi penampil pembuka malam itu. Band yang telah meluncurkan album bertajuk "Pointkustik" itu membawakan sejumlah lagu, di antaranya "Dia" (Anji), "Kekasih Sejati" (Monita Tahalea), dan "Berharap Tak Berpisah" (Reza Artamevia), serta single orisinal berjudul "Cukup Tau". (Milly Malia, Satira Yudatama/"PR)***